Seiring dengan seringnya banjir yang melanda Jakarta, dua mahasiswa arsitektur Adrian Ariosa dan Doy Laufer di SCI-Arc Los Angeles menawarkan sebuah rancangan yang dinamakan Transient Response System (TRS-1) untuk kota-kota seperti Jakarta yang akan tenggelam pada tahun 2025.

Selama ini belum pernah ada menawarkan solusi berupa gedung yang bisa dipindah-pindahkan. TRS-1 ini terdiri dari pangkalan-pangkalan yang bisa disebar — yang diangkut dengan Mastodon sebuah kendaraan khusus — yang bisa merakit sendiri dengan menggunakan empat dongkrak raksasa menjadi sebuah tempat penampungan untuk korban banjir, gempa bumi dan lain-lain. Gedung ini akan dilengkapi dengan dua turbin angin, sebuah pembangkit tenaga surya dan sebuah tempat penampungan air hujan untuk menyediakan listrik dan air untuk para pengungsi.

 

Strategi penyebaran TRS -1 ini terdiri dari enam langkah:

Penyebaran – Kendaraan pengangkut tiba dan menyebarkan pangkalan-pangkalan. Kendaraan pengangkut kembali ke pangkalan utama.

Stabilisasi – Gedung dikembangkan dan dipasang di sistem infrastruktur yang sudah disediakan.

Ekspansi – Gedung didirikan sementara pangkalan terus dikembangkan dan menyatu dengan struktur perkotaan.

Okupansi – Gedung dibuka untuk para pengungsi.

Operasi – Para penghuni dilatih dan dibantu untuk membangun kembali rumah dan lingkungan mereka.

Kemajuan – Kota sudah kembali pulih dan TRS-1 bisa menjadi bangunan permanen atau bisa dibongkar untuk dipindahkan ke daerah bencana lainnya.

Semoga saja pemprov DKI membaca postingan ini dan bersedia mewujudkannya sehingga jika terjadi banjir kembali. Setidaknya para pengungsi memiliki tempat berteduh yang layak untuk sementara waktu.

sumber : maniatekno